7 Sintaks TEFA

Dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis pabrik atau teaching factory, ada tujuh langkah pembelajaran yang harus menjadi acuan bagi tim Tefa di masing-masing jurusan. Adapun ketujuh langkah ini dibuat dan diadopsi dari proses bisnis yang secara umum terjadi di sebuah perusahaan dengan tetap menekankan terjadinya sebuah proses pembelajaran yang efektif. Adapun ketujuh langkah tersebut dapat dilihat pada ilustrasi dibawah ini.


Berikut sedikit catatan yang bisa saya berikan terkait dengan tujuh langkah implementasi Tefa diatas.

1. Identifikasi Produk

Pada tahap pertama ini tim kerja Tefa harus menjawab beberapa pertanyaan penting, yaitu:
  • Apa produk yang akan dibuat?
  • Mengapa produk ini perlu dibuat?
  • Siapa yang menjadi target pasarnya?
  • Bagaimana cara membuat dan memasarkannya, apakah berupa stok ataukah berbasis order/pesanan?

2. Analisis Cakupan Kompetensi

Pada tahap ini ada beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan, yaitu antara lain:
  • Jenis kompetensi yang dibutuhkan untuk mengerjakan produk;
  • Kesesuaian kompetensi yang dipelajari dengan kurikulum;
  • Kolaborasi lintas mata pelajaran yang dibutuhkan;
  • Kompetensi esensial yang ingin dicapai. 

3. Perancangan Produk

Pada tahap ketiga ini, tim kerja Tefa harus membuat rancangan produk yang antara lain memuat beberapa informasi penting, yaitu:
  • Jenis produk yang ingin dihasilkan, apakah berbentuk barang (tangible) ataukah berbentuk layanan/jasa (intangible); 
  • Seperti apa spesifikasi barang/jasa yang akan dibuat/ditawarkan;
  • Desain produk (barang/jasa) yang akan digarap;

4. Analisis Sumber Daya

Pada tahap keempat ini, tim kerja Tefa melakukan beberapa analisis, yaitu:
  • Menentukan peran dari sumber daya manusia berdasarkan kompetensi yang dimilikinya;
  • Mengidentifikasi kebutuhan alat, bahan dan biaya produksinya.

5. Pengerjaan Produk

Dalam mengerjakan produk, tim produksi Tefa harus memperhatikan beberapa hal, antara lain:
  • Keselamatan, kesehatan dan budaya kerja dari semua personel yang terlibat;
  • Mengutamakan pelayanan prima (jika produk berbentuk layanan/jasa);
  • Mengutamakan kualitas barang yang dihasilkan;
  • Mengatur sebaik mungkin penggunaan waktu dan biaya produksinya;
  • Memastikan proses pengawasan mutu (quality control) berjalan dengan semestinya.

6. Penyerahan Produk

Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan ketika menyerahkan produk barang/jasa kepada pelanggan.
  • Melayani konsumen dengan ramah;
  • Memastikan kualitas/mutu barang/layanan sesuai dengan harapan pelanggan;

7. Layanan Purna Jual

Setelah barang/jasa diterima oleh pelanggan, ada beberapa layanan purna jual yang bisa ditawarkan kepada pelanggan, yaitu antara lain:
  • Meminta umpan balik berupa survei kepuasan pelanggan;
  • Memberikan garansi;
  • Menyediakan layanan konsultasi;
  • Menyediakan suku cadang;
  • Mengembalikan dana bila pelanggan dirugikan.

Demikian rangkuman catatan yang bersumber dari materi pelatihan Tefa yang pernah admin ikuti. Semoga bermanfaat.

Baca juga tulisan sebelumnya: Teaching Factory: Pembelajaran Mendalam di SMK

Tidak ada komentar

Komentar

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();
Diberdayakan oleh Blogger.
Youtube Channel Image
Channel Agenda Pembelajaran Tutorial Komputer Administrasi
Subscribe